Kisah seseorang anak ingin memberikan yang terbaik untuk orang tua nya.

seorang anak berumur 10 th namanya Umar..dia anak dari keluarga yang miskin. di sekolahkan di SD yang biasa saja. kedua orang tuanya berfikir kalau anaknya harus mendapat bekal ilmu, pendidikan di semua jenjang, dan bekerja menjadi orang kaya dan sukses agar tidak seperti kedua orang tua nya yang miskin.


Suatu hari isterinya kasih tau kalau Sabtu depan si ayah diundang menghadiri acara “Father’s Day” di sekolah Umar.. “Waduuuh saya sibuk ma..kamu aja deh yg datang..” begitu ucap si ayah kpd isterinya..bagi dia acara beginian sangat nggak penting..dibanding mencari nafkah untuk menghidupi keluarga Tapi kali ini isterinya marah dan mengancam..sebab sudah kesekian kalinya si ayah nggak pernah mau datang ke acara anaknya..dia malu karena anaknya selalu didampingi ibunya..sedang anak2 yg lain selalu didampingi ayahnya…

karena diancam isterinya..akhirnya si ayah mau hadir meski agak ogah-ogahan.. Father’s day adalah acara yg dikemas khusus dimana anak2 saling unjuk kemampuan di depan ayah-ayahnya.. Karena ayah si Umar ogah-ogahan maka dia memilih duduk di paling belakang..sementara para ayah yang lain (terutama yg muda2) berebut duduk di depan agar bisa menyemangati anak-anaknya yang akan tampil di panggung…

Satu persatu anak-anak menampilkan bakat dan kebolehannya masing-masing,ada yang menyanyi..menari..membaca puisi..pantomim..ada pula yang pamerkan lukisannya..dll.. Semua mendapat tepuk tangan yang sangat dari ayah-ayah mereka…
tibalah giliran Umar dipanggil gurunya untuk menampilkan kebolehannya..

“Ibu Guru, bolehkah saya panggil pak Asep" tanya si Umar kpd gurunya.. pak Asep adalah guru mengaji untuk kegiatan ekstra kurikuler di sekolah itu… ”Oh boleh..” begitu jawab gurunya..dan pak Asep pun dipanggil ke panggung…

“Pak Asep, tolong bapak perhatikan apakah bacaan saya ada yang salah..” lalu si Umar mulai melantunkan QS An-Naba' tanpa membaca mushafnya (hapalan)..dengan lantunan irama yg persis seperti bacaan “Syaikh Sudais” (Imam Besar Masjidil Haram)…

Semua hadirin diam terpaku mendengarkan bacaan si Umar yg mendayu-dayu…termasuk ayah si Umar yg duduk dibelakang…” si Umarpun membaca ayat ke 40 tsb sampai selesai”...

“Masyaa Alloh…kamu hafal Surat An-Naba’ dengan sempurna nak…” begitu teriak pak Asep sambil mengucurkan air matanya…para hadirin yg muslimpun tak kuasa menahan airmatanya… Lalu pak Asep bertanya kepada Umar: ”Kenapa kamu memilih menghafal Al-Qur’an dan membacakannya di acara ini nak, sementara teman-temanmu unjuk kebolehan yang lain..?” begitu tanya pak Asep penasaran…

“Pak guru..saya ingin mempersembahkan “Jubah Kemuliaan” kepada ibu dan ayah saya di hadapan Allah di akherat kelak.. 
sebenarnya saya ingin memberikan kebahagiaan kepada kedua orang tua saya pak, tapi apalah saya.. saya tidak punya uang, saya tidak punya apa-apa untuk membahagiakan kedua orang tua saya. ketika waktu itu saya mendengar pelajaran bapak yang menyampaikan menyampaikan sabda Rasulullah SAW:”Siapa yang membaca Al Qur’an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaiakan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. jadi hanya ini yang bisa saya berikan kepada orang tua saya pak..

Semua orang terkesiap dan tdk bisa membendung air matanya mendengar ucapan anak berumur 10 th tsb… Ditengah suasana hening tsb..tiba2 terdengan teriakan “Allahu Akbar..!!” dari seseorang yg lari dari belakang menuju ke panggung…

Ternyata dia ayah si Umar..yg dengan ter-gopoh2 langsung menubruk sang anak..bersimpuh sambil memeluk kaki anaknya.. ”Ampuun nak.. maafkan ayah yg selama ini tidak pernah memperhatikanmu...tdk pernah mendidikmu dengan ilmu agama..apalagi mengajarimu mengaji…” ucap sang ayah sambil menangis di kaki anaknya…” Ayah menginginkan agar kamu sukses di dunia nak…ternyata kamu malah memikirkan “kemuliaan ayah” di akherat kelak…ayah maluuu nak" ujar sang ayah sambil nangis ter-sedu2…subhanallaah...

Sampai disini, saya melihat di layar Sang Khotib mengusap air matanya yg mulai jatuh…semua jama’ahpun terpana..dan juga mulai meneteskan airmatanya..termasuk saya..diantara jama’ahpun bahkan ada yg tidak bisa menyembunyikan suara isak tangisnya...luar biasa haru...

Entah apa yg ada dibenak jama’ah yg menangis itu..mungkin ada yg merasa berdosa karena menelantarkan anaknya..mungkin merasa bersalah karena lalai mengajarkan agama kpd anaknya.. mungkin menyesal krn tdk mengajari anaknya mengaji..atau merasa berdosa karena malas membaca Al-Qur’an yg hanya tergeletak di rak bukunya..dan semua..dengan alasan sibuk urusan dunia…!!!

Saya sendiri menangis karena merasa lalai dengan urusan akherat..dan lebih sibuk dengan urusan dunia..padahal saya tau kalau kehidupan akherat jauh lebih baik dan kekal dari pada kehidupan dunia yg remeh temeh, sendau gurau dan sangat singkat ini..seperti firman Allah SWT dalam Q.S. Al-An'Amayat 32:”Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?”...

0 Response to " Kisah seseorang anak ingin memberikan yang terbaik untuk orang tua nya. "

Posting Komentar